Pelicin di Pengadilan

19 thoughts on “Pelicin di Pengadilan

  1. Inilah budaya yang telah menjadi keseharian para pejabat atau orang kalangan atas jika berhadapan dengan hukum. Memang pepatah “Uang Mampu Membeli Segalanya” sangat benar. Dan inilah contoh nyata yang terjadi bahwa hukum di Indonesia dapat di beli dan di atur oleh uang. Hal ini pula lah yang membuat mental para pemimpin dan hukum Indonesia menjadi bobrok dan sangat buruk karena penentuan hukuman bagi orang yang bersalah bukan lagi berdasarkan berat atau ringan nya masalah tapi besar atau kecil nya uang yang di berikan oleh pelaku. Maka kini sudah tidak adalah lagi kebenaran dan keadilan hukum di Indonesia tapi yang ada hanya kepalsuan.

  2. jaman sekarang uang dapat membeli hukum. tidak heran banyak dari para pemimpin yang melakukan tindakan korupsi. mereka akan berpikir “ah kalo pun saya masuk penjara, saya bayar saja biar bisa keluar”
    hukum di Indonesia harus ditegakkan. para hakim dan jaksa harus memperkuat iman mereka untuk tidak menerima “”pelicin” tersebut. jika hukum sudah benar, maka bangsa Indonesia mungkin akan bisa bergerak lebih maju

  3. Beginilah fakta yang sering terjadi belakangan ini. Orang yang seharusnya mendapat hukuman yang berat menjadi ringan sedangkan yang ringan menjadi berat. Apakah pelicin itu? Tentunya uang. Memang benar jika terkadang orang bilang bahwa uang bisa membeli segalanya termasuk hukum. Kalau seperti ini terus, bagaimana mereka bisa takut meski mereka melakukan kesalahan, nanti bisa bayar kok pakai duit. Jadi ga usah pusing, padahal orang yang maling ayam aja hukumannya 1 tahun, tapi korupsi malah 6 bulan. Mana seimbang? Kapan negara kita bisa maju? Jawabannya tunggu persepsi pemerintah kita berubah bahwa hukum harus ditegakkan apapun hambatannya.

  4. Fakta yang ada diindonesia, dimana yang kaya dialah yang menang. Sampai hakim pun bisa disuap dengan uang. Apa sebegitu pentingnya kah uang untuk kita ? sampai kita merendahkan diri kita ? lupa siapa kita ? hanya dengan uang yang membuat kita bahagia sesaat tetapi terlihat buruk untuk jabatan seperti ini jika dilihat orang lain. Kapan kita bisa berkembang jika adat ini terus ada ? Katanya negara hukum ? Hukum yang bisa dibeli dengan uang ? Hukum korupsi dengan hukum maling sandal beratan hukum maling sandal ? apa kata dunia ? korupsi yang bernilai Miliaran hanya 6 bulan ? gak sebanding dengan harga korupsinya !! hukum maling sandal 5 tahun penjara ? dunia terbalik

  5. Ampun, Hukum di Indonesia lama2 tidak dipercayai oleh rakyatnya sendiri­čśŤ
    Benar2 hukum Indonesia tidak murni lgi… Segala sesuatu harus dengan “money”… Disamping itu, suap = dosa bohong terbesar… Maka dari itu, saya dukung skali dgn KPK yg mw memberantas tikus2 serakah dan jika hukum Indonesia jujur / murni sesuai UU yang diberlakukan-nya, mgkin akan lebih baik dan lebih maju. Hari gini korupsi apa kata dunia!!! ^^

  6. Inilah fakta yang nyata di negara Indonesia bahkan hakim bisa memotong masa hukuman seseorang karena ada ‘pelicin’nya.Dimana moral bangsa kita jika para pejabat yang menjadi panutan masyarakat justru memberi tindakan yang tidak baik.Terlebih seorang hakim yang seharusnya menegakkan hukum yang berlaku di negara ini malah mengubah secara sepihak dalam pelaksanaannya hanya dikarenakan sejumlah uang.Bagaimana masa depan bangsa ini jika para penegak hukum saja bisa di suap dan berlaku tidak adil,karena uang segala hal yang salah dianggap benar dan yang benar dianggap salah.

  7. di indonesia ini hukum mudah sekali dibeli..orang yg salah dan seharusnya dihukum berat hanya dihukum ringan..sedangkan orang yg kesalahannya kecil malah dihukum berat..hukuman dan perbuatan tidak setimpal..hanya karena mereka kaya mereka bisa membeli hukum..

  8. ya bagaimana negara kita mau maju kalau hukum saja mudah dibeli, orang mampu yang melakukan kesalahan terbesar seharusnya dihukum berat tapi karena dia mampu dia bisa membeli hukum, tapi kenapa orang yang tidak mampu melakukan kesalahan kecil seperti berita ada seorang ibu yg tidak mampu mengambil semangka hanya untuk makan dihukum berat, ini sungguh gak adil, apalagi seorang hakim yang seharusnya menegakkan hukum dan harus berlaku adil di negara ini.

  9. bila semua hukum dapat dilakukan dengan uang gimana negara kita bisa maju? dengan uang semua dapat di beli hukumnya itulah yang seharusnya dihilangkan dalam negri kita ini. jangan kita lakukan semua dengan uang uang uang dan uang.

  10. fakta yang sudah melekat dalam bidang hukum bangsa Indonesia adalah harus adanya pelicin seperti pada gambar karikatur diatas .. pelicin yang dimaksudkan digambar tersebut adalah adanya sejumlah iming-iming dapat berupa sejumlah uang, ataupun iming-iming melakukan “sesuatu” .. kebiasaan buruk ini harusnya mulai di tanggapi secara kritis oleh pihak pemerintah guna memperbaikin pelayanan hukum di Indonesia .. apa kata dunia jika mereka tahu bahwa hukum di Indonesia ternyata dapat dibeli dengan mudahnya ?!

  11. Begitulah salah satu potret buruk yang kini tengah marak terjadi di negara kita Indonesia. Sungguh amat miris jika kita menyaksikan para koruptor yang telah merugikan negara masih tetap diberikan fasilitas yang eksklusif saat berada di dalam penjara. Peradilan seolah merasa ‘nyaman’ mejadi buta, sehingga terjadi ketimpangan dalam mengadili seseorang. Seorang bocah yang mencuri sandal dihukum penjara 5 tahun, sedangkan para koruptor malah mendapat hukuman penjara kurang dari 5 tahun bahkan ada yang sampai diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri. Uang telah membombardirkan derajat manusia sehingga tidak sama lagi di hadapan hukum, padahal seharusnya semua orang tanpa pandang bulu adalah sama di hadapan hukum.

  12. Alvia Oktaviani – 02 PNT – 1601272586

    karikatur diatas menjadi contoh dimana uang suda menjadi dewa bagi manusia. yang haram di halalkan selama yang melakukan mendapatkan keuntungan berupa materi. tentu saja hal ini sebuah kecurangan yang merugikan orang lain. sudah tidak ada lagi keadilan. hukum yang menjadi aturan yang harus dipatuhi kini dengan mudah dapat diganti dengan uang. sebagai manusia yang bijak hendaklah kita berani bertanggung jawab atas apapun yang kita lakukan. karna segala perbuatan tidak hanya dipertanggung jawabkan di dunia, melainkan juga di akhirat dihadapan sang pencipta.

  13. Gambar karikatur yang berjudul pelicin di pengadilan sangat menarik karena hukum di indonesia dapat dikatakan negara cacat hukum,menurut saya sistem hukum di indonesia harus diperbaiki,dan hakim yang melanggar ketentuan dapat dihukum juga dengan setimpal,karena kebanyakan hakim-hakim di indonesia buta akan harta duniawi,sehingga orang kaya akan dihukum lebih ringan dan orang miskin akan lebih berat.

  14. banyak sekali kasus yang di ringankan hukumannya hanya dengan pelicin bisa melakukan hal itu, menyogok para petinggi di pengdilan agar mereka mendapatkan hukuman yang lebih ringandari apa yng seharusnya mereka dapatkan sebaliknya dengan rakyat biasa yang tidak memiliki uang sama sekali…

  15. Itulah Indonesia. Asal ada uang apapun gampang. Seakan semuanya bisa dibeli dengan uang. Seakan uang adalah jaminan untuk segalanya. Hukum bisa saja dibeli dengan uang. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau hukum saja tidak bisa ditegakkan dengan adil. Yang melakukan pelanggaran hukum tidak akan pernah jera jika hukum saja bisa dibeli dengan uang. Dan Hukum itu harus diberlakukan adil untuk semua orang.

  16. ya ampun kenapa hakim mau sii di permudak sama uang TT.Orang yang berbuat salah hukumnya berkurang karena memberikan sogokkan besar.Saya paling tidak suka orang yang begitu saja lolos dari kesalahannya,kapan indonesia maju kalau seperti ini terus.

  17. sebagai hakim hendaklah kita dapat menegakkan hukum dengan benar. karena sumpah yang telah diucapkan bukan hanya dengan manusia saja tetapi dengan Tuhan. hendak lah seorang hakim dapat menegakkan kebenaran.

  18. inilah yang selalu terjadi dalam hukum di indonesia,sudah tidak asing lagi karena hukum kita sangatlah lemah terhadap materi dan keadilan. padahal tugas para penegak hukum adalah menghukum siapa yang di anggap bersalah dan melindungi orang yang membutuhkan, tetapi pada kenyataannya kebiasaan yang terus menerus seperti ini akan menjadi budaya hukum di indonesia. tidak adanya kesadaran oleh pihak dan tidak ada rasa tanggung jawab para pihak membuat perbuatan ini semakin sering dan menjadi hal yang lumrah bagi kalangan masyarakat.

  19. hukum diindonesia sudah carut marut ada seorang nenek yang mencuri buah tapi dipenjara, sedangkan koruptor korupsi milyaran rupiah masih bisa bebas menikmati uang hasil korupsi. itu lah jeleknya hukum diindonesia bisa dibeli dengan uang. uang digunakan sebagai alat untuk membuat yang bersalah menjadi tidak bersalah. lebih baik uang tersebut digunakan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan dengan cara disumbangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s